Pembuatan Rutilahu Di Desa Jatiseeng Membingungkan

Posted on 6 November 2011

0


Rumah tidak layak huni (rutilahu) saat ini sedang gencar dibangun dibeberapa desa termasuk di Desa Jatiseeng Kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon. Yang membingungkan adalah sampai Ketua LPMD , Joni Safari, tidak tahu menahu tentang program ini dilaksanakan, karena memang informasinya tidak disampaikan terbuka oleh pihak pemdes dan mungkin pihak BPD, LPMD dan masyarakatnya jangan tahu menahu.

Beberapa warga yang ditemui saneskanten dan tidak mau disebut namanya mengatakan “……kami mah heran , gaya pelaksanaannya teh mirip dijaman baheula keur  ordebaru masih aya….” (saya sih heran gaya pelaksanaannya tuh mirip dijaman dulu waktu ordebaru masih ada) ,  : dia mencotohkan masih monopoli pengadaan bahan bangunan, hanya satu toko yang ditunjuk untuk ini. Warga penerima hanya menerima bentuk barang berupa bahan bangunan, sementara mereka faktanya menandatangani dokumen seolah-olah menerima uang cash. Besarnya berkisar 5 juta untuk perbaikan dan 10 juta untuk rehab total.

Agus Priyono warga penerima dari RT.03 Rw 05 Blok Wage membenarkan soal bahan-bahan bangunan yang dia terima adalah kelas dua dan hanya menerima simbolis uang tetapi yang nyatanya hanya bahan bangunan yang dia terima. Karena hanya diberi bahan bangunan, warga penerimapun bingung, bagaimana membayar para tukang dan menyediakan makan minum untuk mereka. Menurut kabar, malah pemdes hanya dijadikan batu loncatan, bukan pihak utama yang mengelola kegiatan ini, semua peran pembuatan rutilahu di Desa Jatiseeng bahkan desa lain di Kecamatan Ciledug adalah dari pihak Koperasi BMT Husnul Aulia. Bantuan dana dari Kementerian Perumahan Rakyat masuk ke rekening koperasi ini.

Dilihat dari kualitas barang yang warga terima, ternyata kualitas barangnya adalah kelas 2 kebawah atau barang kurang bagus. Tapi warga serta merta tidak komplain, karena memang tidak tahu dan tidak mengerti.  ” Alhamdulillah sa kieu ge geus dibere, ieu jasana pa Kuwu, baheulamah komo euweuh nu kawas kieu ” (alhamdulillah segini juga sudah dikasih, ini atas jasa Kuwu/Kepala Desa, waktu dulu sih tidak ada pemberian seperti ini) kata Mang Cemod seorang warga penerima rutilahu. Padahal yang kita tahu itu kan program dari pemerintah, mungkin saja diajukan sebelum Pa Kuwu sekarang jadi.

Tapi saya yakin, Kuwu Soemarno MTH orang yang bijak dan sangat berpengalaman dipemerintahan desa, mungkin bisa secepatnya mengatasi misskomunikasi ini. Dan diharapkan semua elemen dapat berpatisipasi untuk membangun desanya.

This slideshow requires JavaScript.

——————————————————————————————————-
Rabu, 21 September 2011 – 00:19:12 WIB
Puluhan Ribu Warga Masih Tinggal di Rutilahu

SUMBER, (KC).- Karena kemiskinan membuat puluhan ribu warga Kabupaten Cirebon hingga kini masih tinggal di rumah tidak layak huni (rutilahu). Mereka tersebar di 40 kecamatan dengan jumlah rutilahu yang terdata Dinas Sosial (Dinsos) mencapai 16.923 unit.

Daerah yang warganya paling banyak tinggal di rutilahu tercatat di Kecamatan Susukan. Jumlahnya mencapai 1.349 dengan kondisi cukup memprihatinkan. Kedua, Kecamatan Astanajapura (Asjap) dengan jumlah rutilahu 1.136 unit, disusul Kecamatan Babakan yang mencapai 1.119 unit.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Cirebon, H. Deni Agustin mengakui rutilahu di Kabupaten Cirebon masih banyak yang belum tersentuh program rehab. Penyebabnya, sumber dana yang masih terbatas.
“Untuk membantu warga yang tinggal di rutilahu, selama ini memang masih terkendala anggaran. Anggaran yang kami miliki terbatas, di sisi lain jumlah rutilahu banyak. Sejauh ini kami sudah melaksanakannya sesuai skala prioritas,” katanya kepada Kabar Cirebon (“KC”), Selasa (20/9).
Pihaknya meminta pemerintah desa (pemdes) membuka mata lebar-lebar dan mengamati kondisi masyarakatnya. Pemdes juga dalam hal ini dapat menentukan skala prioritas rutilahu mana yang berhak memperoleh bantuan.
Sementara itu, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cirebon mencatat keberadaan rutilahu terdapat di semua kecamatan. Untuk tahun ini sama sekali belum ada kegiatan perbaikan, baik yang bersumber dari anggaran daerah dan pusat.
Jumlah rutilahu yang ada sekarang merupakan data dalam dua tahun terakhir sebagaimana dicatat Dinsos. Namun, Kepala Bidang Pengembangan Pemberdayaan Partisipasi Sosial Masyarakat (PPSM) pada Dinsos Kabupaten Cirebon, Iik Ahmad Rifa’i membantah program Rehabilitasi Sosial Keluarga Berumah Tidak Layak Huni (RS-KBTLH) tidak berjalan.
“Pelaksanaannya tergantung penjadwalan. Dalam hal ini biasanya direalisasikan pada triwulan keempat,” tuturnya.
Sebanyak 32 rumah di antaranya bakal direhab dengan sumber dana APBD Kabupaten Cirebon. Sementara, 39 rumah dari dana dapil DPRD Kabupaten Cirebon dan 100 rumah dari Kementerian Sosial. Sumber dana itu belum termasuk bantuan bupati dan Badan Amil Zakat Infaq dan Sedekah (BAZIS).(C-19)

sumber : http://kabar-cirebon.com/kabarcirebon/berita-1332-puluhan-ribu-warga-masih-tinggal-di-rutilahu.html

About these ads